Posted on 22 August 2008 by Santomic Webmaster
Memulai sebuah bisnis tidak harus selalu dengan modal dan investasi yang besar, Proses adalah sebuah kenikmatan dalam berbisnis dan didalam proses itu akan banyak hambatan, sandungan, dan kesulitan-kesulitan yang hikmahnya dapat memberi kita pelajaran yang berharga.
Beberapa hari yang lalu ketika kantor balikpapan sedang melakukan pembersihan besar-besaran tanpa sengaja ditemukan beberapa napak tilas dan bukti-bukti kekerdilan Santomic saat awal-awal memulai usaha, yang pertama adalah kotak kas yang masih menggunakan kardus bekas sepatu yang dulu pernah digunakan untuk menyimpan uang kas harian, kotak kas ini sekejab membawa angan kami terbang kembali pada 5 tahun silam, pada masa itu kotak kas ini hanya diisi dengan uang 75 ribuan setiap harinya.
Buku Kas Pertama Santomic

Napak tilas yang kedua adalah Buku Kas Santomic yang masih terlihat utuh, pada foto sebelah kiri menunjukan tanggal 5 September 2003, itu berarti 1 hari setelah hari kelahiran Santomic, pada usia satu hari Santomic telah membukukan semua aktifitas kerjannya, inilah salah satu prinsip awal kami untuk selalu melek finansial dalam memulai sebuah bisnis yang sehat, dan pada foto disebelahnya tertulis pencatatan pembayaran DP (Down Payment) untuk pembuatan Akte Notaris senilai 1 juta, waktu itu Santomic hanya mampu membuat CV sebagai badan hukumnya sebelum pada akhir tahun 2004 kami merubahnya menjadi PT (Perseroan Terbatas).
Santomic menjalankan segala sesuatunya tanpa pernah menyerah dan dipenuhi rasa bersyukur dalam hatinya. Sandungan, jegalan, dan kesulitan kami jadikan sebagai sebuah tantangan, kesalahan kami jadikan sebagai salah satu mata pelajaran, kegagalan kami patenkan sebagai jalan berbelok dari kesuksesan. Santomic akan tetap eksis meski kerikil tajam selalu mencoba mengentikan langkahnya. Kami memulai semuanya dari yang kecil dan terus belajar untuk menjadi besar, dewasa, dan arif.
Start Slide Show with PicLens Lite
Posted on 07 September 2005 by Santomic Webmaster
Maret 2005 Kantor Cabang Jakarta
Pada bulan Maret 2005 Santomic membuka kantor cabangnya di Kota Jakarta untuk menjalankan bisnis space iklan diatas truck atau Truckiklan, berbeda dengan sebelumnya, pembukaan kantor Jakarta dilakukan tanpa perencanaan yang matang dan manajemen resiko yang buruk, benar-benar menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Santomic pada tahun tersebut.
Persaingan yang ketat dan kurang pengenalan medan di Jakarta membuat cabang yang dirintis Santomic mengalami kegagalan total. Santomic mengalami kerugian dalam rupiah yang tidak sedikit.
Continue Reading
Posted on 07 March 2005 by Santomic Webmaster
2005 Kantor Cabang Sangatta
Awal tahun 2005 atas ide dari Mico Susanto Santomic membuka cabang pertama kalinya di Kota Sangatta karena melihat peluang dibidang pertambangan yang sangat menjanjikan, selain itu Mico Susanto memang sebelumnya memiliki keahlian dibidang supplier pertambangan. Persiapan selama dua bulan dilakukan untuk menjalankan rencana pembukaan cabang tersebut, Santomic menyewa sebuah kantor ditempat strategis dan memberikan pelatihan pada beberapa calon karyawan yang akan ditempatkan pada cabang baru tersebut.
Continue Reading
Posted on 07 January 2004 by Santomic Webmaster
2004 Pencitraan Merk
Ditahun kedua Santomic banyak melakukan perubahan baik dalam proses bekerja, filosofi dan cara pandang tentang perusahaan. Di tahun-tahun awal mereka selalu memusatkan pada profit, profit, dan profit, mungkin bisa dimaklumi karena ketika itu mereka sangat membutuhkan uang cash sebagai modal awal. Tapi pada tahun 2004 Santomic lebih berkonsentrasi pada peningkatan citra merk perusahaan, Santomic menjadi perusahaan iklan pertama di Balikpapan yang menerapkan metode branding dengan memilih warna biru dan orange sebagai warna pencitraan merk Santomic yang masih digunakan hingga sekarang, sungguh merupakan hal yang sangat baru dan tidak terpikirkan oleh pesaingnya pada masa itu.
Continue Reading
Posted on 04 April 2003 by Santomic Webmaster
2003 Kelahiran Santomic
Santomic dilahirkan dari sebuah mimpi, visi, idealisme dan cara pandang masa depan, mimpi tentang kebebasan financial, waktu, dan pemaknaan hidup untuk membuatnya lebih berarti. Dari sepetak ruang tamu Santomic dilahirkan oleh dua bersaudara muda Mico Susanto dan
Robby Susanto.
MICo Susanto adalah putra kedua dari empat bersaudara pasangan SANdrawati dan BetmanTO, dari perpaduan nama merekalah logo Santomic terangkai. Mico Susanto terakhir kali bekerja pada sebuah perusahaan kontraktor di kota Sangatta pada awal tahun 2003 yang menjadi sekolah pertamanya dalam menggeluti seluk beluk bisnis pertambangan. Robby Susanto sendiri adalah putra keempat yang pada tahun tersebut masih bekerja pada sebuah perusahaan periklanan.
Continue Reading